Rabu, 23 Februari 2011

PENYAKIT MALARIA & NYAMUK

Penyakit Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit yang merupakan golongan Plasmodium, dimana proses penularannya melalui gigitan nyamuk Anopheles. Protozoa parasit jenis ini banyak sekali tersebar di wilayah tropik, misalnya di Amerika, Asia dan Afrika.

Ada empat type plasmodium parasit yang dapat meng-infeksi manusia, namun yang seringkali ditemui pada kasus penyakit malaria adalah Plasmodium falciparum and Plasmodium vivax. Lainnya adalah Plasmodium ovale dan Plasmodium malariae.
· Tanda dan Gejala Penyakit Malaria
Masa tunas / inkubasi penyakit ini dapat beberapa hari sampai beberapa bulan yang kemudian barulah muncul tanda dan gejala yang dikeluhkan oleh penderita seperti demam, menggigil, linu atau nyeri persendian, kadang sampai muntah, tampak pucat / anemis, hati serta limpa membesar, air kencing tampak keruh / pekat karena mengandung Hemoglobin (Hemoglobinuria), terasa geli pada kulit dan mengalami kekejangan.

Namun demikian, tanda yang klasik ditampakkan adalah adanya perasaan tiba-tiba kedinginan yang diikuti dengan kekakuan dan kemudian munculnya demam dan banyak berkeringat setelah 4 sampai 6 jam kemudian, hal ini berlangsung tiap dua hari. Diantara masa tersebut, mungkin penderita merasa sehat seperti sediakala. Pada usia anak-anak serangan malaria dapat menimbulkan gejala aneh, misalnya menunjukkan gerakan / postur tubuh yang abnormal sebagai akibat tekanan rongga otak. Bahkan lebih serius lagi dapat menyebabkan kerusakan otak.
· Penggolongan Manifestasi Penyakit Malaria
Ada beberapa bentuk manifestasi penyakit malaria, antara lain :
Malaria tertiana, disebabkan oleh Plasmodium vivax, dimana penderita merasakan demam muncul setiap hari ketiga.
Malaria quartana, disebabkan oleh Plasmodium malariae, penderita merasakan demam setiap hari keempat.
Malaria serebral, disebabkan oleh Plasmodium falciparum, penderita mengalami demam tidak teratur dengan disertai gejala terserangnya bagian otak, bahkan memasuki fase koma dan kematian yang mendadak.
Malaria pernisiosa, disebabkan oleh Plasmodium vivax, gejala dapat timbul sangat mendadak, mirip Stroke, koma disertai gejala malaria yang berat.

· Menegakkan Diagnosa Penyakit Malaria 
Dengan adanya tanda dan gejala yang dikeluhkan serta tampak oleh Tim kesehatan, maka akan segera dilakukan pemeriksaan laboratorium (khususnya pemeriksaan darah) untuk memastikan penyebabnya dan diagnosa yang akan diberikan kepada penderita.
· Pengobatan Penyakit Malaria
Berdasarkan pemeriksaan, baik secara langsung dari keluhan yang timbul maupun lebih berfokus pada hasil laboratium maka dokter akan memberikan beberapa obat-obatan kepada penderita. Diantaranya adalah pemberian obat untuk menurunkan demam seperti paracetamol, vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh sebagai upaya membantu kesembuhan.

Sedangkan obat antimalaria biasanya yang dipakai adalahChloroquine, karena harganya yang murah dan sampai saat ini terbukti efektif sebagai penyembuhan penyakit malaria di dunia. Namun ada beberapa penderita yang resisten dengan pemberian Chloroquine, maka beberapa dokter akan memberikan antimalaria lainnya seperti Artesunate-Sulfadoxine/pyrimethamine, Artesunate-amodiaquine, Artesunat-piperquine, Artemether-lumefantrine, dan Dihidroartemisinin-piperquine.
· Pencegahan Penyakit Malaria
Pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan dengan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN), berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk, atau upaya pencegahan dengan pemberian obat Chloroquine bila mengunjungi daerah endemik malaria




NYAMUK SI PEMBAWA PENYAKIT

Nyamuk adalah serangga yang memiliki dua sayap bersisik yang mampu mengepak 1000 kali per menit, tubuh yang langsing dan enam kaki panjang. Nyamuk memiliki ukuran yang berbeda-beda tetapi jarang sekali  ukurannya melebihi 15 mm.
Dalam bahasa Inggeris, nyamuk dinamakan  "Mosquito", yang berasal dari bahasa yol atau portugis yang bererti lalat kecil. Penggunaan kata Mosquito berawal sejak tahun 1583. Di negri inggris nyamuk dikenal sebagai ( gnats ).
Tercatat lebih dari tiga ribu species nyamuk yang beterbangan di muka bumi ini, baik di tempat yang beriklim panas maupun dingin. Meskipun mampu hidup di kutub, sebagian besar nyamuk lebih suka hidup di daerah yang beriklim tropis dengan kelembaban tinggi seperti di Indonesia.
Dalam hidupnya nyamuk mengalami metamorfosa mulai dari telur, larva, pupa, hingga nyamuk dewasa. Nyamuk betina memerlukan protein untuk meningkatkan produksi telurnya karena itu nyamuk mengisap darah manusia yang mengandung  protein tersebut. Tempat yang disukainya untuk bertelur adalah rawa-rawa dan genangan air. Selain itu, nyamuk juga menyukai kamar yang lembab dan pakaian kotor.
Penyakit akibat gigitan nyamuk cukup beragam. Nyamuk pembawa virus (vektor) juga beragam. Cara hidup dan cara menggigit nyamuk berbeda-beda pula. Ada nyamuk betina yang suka menggigit dalam posisi menungging alias posisi badan, mulut dan jarum yang dibenamkan ke kulit manusia dalam keadaan segaris. Nyamuk ini berasal dari golongan Anopheles yang menyebabkan penyakit malaria. Adapula yang suka menggigit dalam posisi mendatar sesuai dengan posisi 'pendaratan' di permukaan kulit korbannya. Nyamuk ini adalah nyamuk Aedes aegypti yang menjadi biang penyakit demam berdarah dan Chikungunya. Nyamuk lain adalah nyamuk culex yang menyebabkan penyakit radang otak atau biasa disebut west nile virus alias virus Nil Barat. Penamaan tersebut disesuaikan dengan asal penyakit tersebut dari belahan benua Afrika.
Berikut ini sejumlah jenis penyakit yang diakibatkan gigitan nyamuk pembawa virus
  1. Demam berdarah
  2. Penyakit demam berdarah mengakibatkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan sistem pembekuan darah yang dapat menimbulkan risiko kematian.
      • Cara Penularan
      Demam berdarah ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti pembawa virus Dengue yang menggigit di pagi dan sore hari. Ciri-cirinya berwarna hitam dengan belang- belang putih pada seluruh tubuh.
      • Gejala
      Penderita mengalami demam tinggi selama 2-7 hari dengan suhu 38-40° C. Muncul bintik-bintik merah pada kulit. Terjadi pula mimisan, muntah darah, nyeri ulu hati dan sebagainya.
      • Pengobatan
      Penderita mesti ditangani tim medis. Upaya pengobatan terutama ditujukan untuk mengatasi perdarahan dan keadaan syok.
  3. Malaria
  4. Malaria merupakan salah satu penyakit yang tersebar luas di dunia. Penyebabnya adalah empat jenis virus, yaitu vivax, falciparum, malariae dan ovale.
      • Cara Penularan
      Melalui nyamuk Anopheles betina. Kurang lebih 10 hari setelah gigitan, virus penyebab malaria masuk ke dalam aliran darah, lalu berkembang biak dan mengganti semua hemoglobin di dalam sel darah merah.
      • Gejala
      Demam dengan suhu mencapai 40° C, lemas, sakit kepala hebat, mengigau dan menggigil yang menyerupai serangan influenza. Akibatnya selain gangguan metabolisme, penderita akan mengeluarkan banyak keringat.
      • Pengobatan
      Pengobatan intensif dilakukan di rumah sakit. Namun penderita disarankan untuk mengonsumi banyak cairan dan memperoleh asupan makanan bergizi.
  5. Chikungunya
  6. Virus chikungunya termasuk arbovirus (arthropod borne virus) dari genus Alphavirus. Nyamuk pembawa penyakit ini dari jenis Aedes aegypti, Aedes africanus, dan nyamukMansonia
      • Cara Penularan
      Penyebaran virus terjadi melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi dengan masa inkubasi 1 - 12 hari.
      • Gejala
      Rasa linu di persendian tangan dan kaki serta pergelangan lutut. Demam tinggi dan muntah-muntah, menggigil, sakit kepala, sakit perut serta bintik merah pada kulit seperti penderita demam berdarah. Mimisan bisa terjadi pada pasien anak-anak.
      • Pengobatan
      Tak ada vaksin maupun obat khusus untuk chikungunya. Umumnya pengobatan bersifat simtomatis. Penderita akan diberi obat penurun panas dan penghilang rasa sakit. Dianjurkan banyak beristirahat dan banyak minum serta mengonsumsi menu makanan bergizi. Vitamin bisa digunakan untuk menambah daya tahan tubuh.
  7. Filariasis
  8. Filariasis atau penyakit kaki gajah adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk seperti Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes dan Armigeres. Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki.
      • Cara penularan
      Penderita awalnya digigit nyamuk yang sudah "terkontaminasi" larva stadium III. Siklus penularan penyakit kaki gajah melalui dua tahap. Pertama, tahap perkembangan dalam tubuh nyamuk. Kedua, tahap perkembangan dalam tubuh manusia.
      • Gejala
      Demam selama 3  5 hari, pembengkakan kelenjar getah bening, panas dan sakit terasa menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan.
      • Pengobatan
      Dititikberatkan untuk mencegah kecacatan dan mengurangi sakit.
  9. West Nile Virus
  10. Virus Nil Barat (west nile virus/WNV) termasuk arbovirus yang ditularkan nyamuk. Tiga faktor utama kemunculan WNV adalah perubahan iklim, populasi burung yang terinfeksi dan penyebaran populasi nyamuk, khususnya nyamuk culex.
      • Cara penularan
      Pada awalnya virus tersebut hidup pada tubuh burung. Dari burung lalu "disebarluaskan" oleh nyamuk. Virus ini dapat menimbulkan penyakit bagi manusia dan sejumlah mamalia.
      • Gejala
      Saat terinfeksi WNV tidak terlihat gejala-gejala tertentu kecuali seperti orang terkena flu. Namun akibatnya bisa sangat serius termasukencephalitis (radang otak).
      • Pengobatan
      Sejauh ini belum ada pengobatan khusus atau vaksin untuk mengatasi infeksi WNV.
  11. Japanese Encephalitis
  12. Japanese Encephalitis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Virus ini disebarkan melalui gigitan nyamuk Culex.
      • Cara penularan
      Awalnya virus Japanese Encephalitis berkembang biak dalam tubuh babi. Lalu, nyamuk betina Culex mengisap darah babi dan menularkan virus ini saat menggigit manusia.
      • Gejala
      Demam, sakit kepala, lemah, mengingau, mengantuk, lumpuh, bahkan pingsan
      • Pengobatan
      Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini. Pengobatan yang dilakukan sekadar simtomatis untuk mengurangi gejala sakit            


Sumber: berbagai sumber / irfan

            : www.iptek.net.id






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Blog Design by Ammupappa